Sunday, February 17, 2013

Tips Mengolah Ikan



Tips ini aku kumpulkan dari berbagai sumber dan belum semua dipraktekkan. Jadi, jangan tanya padaku apakah semua tips di bawah ini sukses aku praktekkan. (^_^)

Supaya ikan goreng tetap kering garing kriuk caranya : ambil panci, isi air setinggi 1/8 panci. Tuangi cuka kira 2x setengah sendok teh, garam 1 sdt dan merica 1/2 sdt. Masukkan ikan dan diamkan 10 menit. Angkat dan tiriskan, kemudian bumbui dan goreng sampai garing.

Agar ikan goreng tepung berhasil sempurna, pastikan adonannya dalam keadaan dingin. Adonan tepung yang dingin membuat ikan tidak akan menyerap minyak secara berlebihan. Pastikan pula minyak goreng dalam keadaan panas saat akan menggorengnya. Untuk memastikannya, teteskan sedikit adonan ke dalam minyak, jika langsung berwarna kecokelatan, artinya minyak sudah panas. 

Bagi orang yang alergi makan seafood (udang,kepiting dll) tapi ingin makan, caranya : Rebus udang/kepiting dengan arang (kira2 5X5 cm). Kalau sudah selesai buang air rebusannya beserta arangnya. 

Untuk mengatasi bau lumpur pada ikan empang (bandeng, mujair, mas, patin), caranya : sebelum menggoreng ikan masukan dulu 1-2 lebar roti tawar kedalam minyak, baru kemudian masukkan ikan lalu goreng seperti biasa hingga matang. 

Untuk membersihkan belut yang berlendir banyak, caranya : Pertama-tama bersihkan belut sampai bersih (darah belut banyak lho ya). Setelah dibersihkan gosok 2x belut dengan menggunakan abu gosok agar lendirnya keluar, setelah itu cuci dengan air sampai bersih dan tiriskan.

Cara lain untuk menghilangkan lendir ikan : ambil beberapa daun bambu yang masih muda. Masukkan ikan beserta daun bambu ke dalam baskom. Taburi dengan garam. Setelah 5 menit, remas-remas ikan bersama daun bambu tadi, lalu bilas dengan air kran sampai bersih. Atau bisa juga dengan  merendam ikan dalam air jeruk limau.

Agar belut tidak bau amis caranya :  ambil 1 kilo timun dan di parut, ambil belut yang sudah dibersihkan pukul 2x dengan ulekan sampai megar atau sampai tulangnya patah sehingga bentuknya nggak bulet 2x amat, lalu masukan belut tadi ke dalam parutan timun aduk aduk sambil diremas-remas kira-kira 15 menit, angkat bersihkan, belut siap diolah tanpa bau amis. (Catatan : timun parut untuk menghilangkan amis juga bisa dipakai untuk cumi dan gurita).

Supaya ikan lebih mudah dibersihkan, pakailah garam halus pada tangan. Selanjutnya bersihkan perut ikan dengan garam dan air jeruk, gosok-gosoklah garam pada bagian dalam ikan. Perut ikan harus bersih karena perut ikan adalah pusat bau amis.

Cara lain untuk menghilangkan bau amis ikan adalah ikan yang sudah dicuci diberi gula pasir trus diamkan sebentar. Baru kemudian dicuci kembali dan diberi bumbu sesuai selera.

Untuk yang ingin memasak udang : bersihkan udang, belah kulit punggungnya kemudian rendam dalam 0,5 liter sprite selama +/- 10 menit. Selanjutnya tinggal dimasak sesuai selera. Mau direbus, digoreng atau dibakar bisa.

Cara mudah memisahkan duri ikan bandeng dari dagingnya : sebelum disiangi kita tarik ikan tersebut sambai berbunyi "krek" (dipegang dikepala dan ekornya, terus ditarik). Durinya akan terkumpul didekat kulitnya. Silahkan dicoba. Cara lain adalah Ikan bandeng disayat melintang dari ujung kepala sampai ekor. Buat sayatan yang dalam dan jaraknya serapat mungkin (+/- 0.5 - 1cm), baru setelah itu dibumbui dan dimasak sesuai selera.

Saat membeli ikan segar di pasar, kita harus lebih jeli dan teliti mengingat banyak ikan atau seafood telah direndam dengan larutan formalin. Pilih ikan yang matanya bening, sisiknya masih lekat, insangnya beraroma segar (agak anyir) dan jika ditekan dagingnya membal. Hindari membeli ikan yang tampak bersih, mulus, dagingnya sedikit kenyal dan tidak dihinggapi lalat.

Agar ikan tetap bagus kualitasnya, bersihkan atau olah ikan sesegera mungkin agar tidak terlalu lama berada di suhu ruangan. Atau simpan segera ikan dalam freezer agar tetap terjaga kesegarannya. Agar ikan bisa disimpan, letakkan dalam sebuah wadah kedap udara atau dibungkus dengan bungkus plastik, supaya sari dari ikan tidak hilang dan tidak mengurangi kenikmatannya. Selain itu juga agar nilai gizi dari ikan tidak berkurang.

Jika ingin mengurangi konsumsi lemak, sebaiknya tidak mengolah ikan dengan cara digoreng kering. Ikan segar rasanya lebih gurih dan enak jika dikukus atau ditim, dimatangkan dalam kukusan panas. Bubuhi bumbu yang segar dan jangan terlalu banyak memberi air karena saat dikukus ikan akan berair. Kecuali itu ikan yang dibuat pepes juga tergolong sebagai sajian yang rendah lemak dan rasanya juga lebih enak. 

Sajian dari ikan dalam bentuk apapun harus selalu disajikan dalam keadaan hangat atau panas. Jika sudah dingin, ikan akan menebarkan aroma yang lebih tajam. Sebaiknya ikan diolah sesaat sebelum disajikan dan selalu sajikan dalam keadaan segar, hangat atau panas agar lebih sedap aromanya dan gurih lembut dagingnya.

Jika dibandingkan dengan daging ayam atau sapi, ikan merupakan bahan makanan yang cepat matang. Karena itu sebaiknya jangan terlalu lama memasak ikan. Potong ikan dengan ketebalan yang sedang dan masak paling lama 30 menit. Jika terlalu lama daging ikan akan mudah hancur dan aromanya kurang enak. Kecuali itu zat-zat gizinya akan hilang karena dipanaskan dalam waktu lama.

Nah, kalau ada yang sudah mempraktekkan tips di atas, sharing pengalamannya di bawah ini ya? Atau jika ada yang punya tips yang lain seputar cara mengolah ikan, aku akan senang sekali jika menambahkannya di kotak komentarku. Pasti bermanfaat untuk semuanya. Terima kasih...

0 comments:

Post a Comment